Hiasan-hiasan bunga dan chandelier telah dipasang di rumah Mama Yu Ri. Pesta pernikahan kami dilaksanakan di sana atas permintaan Yu RI sendiri. Aku setuju. Yu Ri bahagia dan ingin berbagi momen bahagia di rumah orang tuanya untuk meninggalkan jejak-jejak manis di sana. Hatiku turut bahagia melihat senyumannya. "Yu Ri, ayo Abang anterin. Katanya mau fiting baju pengantin?" ujarku begitu menemui Yu Ri di rumahnya. Yu Ri tersenyum cerah dan menghampiriku. Tangannya sudah dihiasi henna yang diukir indah. "Bang Devon, aku rindu banget sama Abang," ucap Yu Ri ingin memelukku. Namun, Afyalda dan para sepupu malah menarik Yu Ri menjauh dariku. "Hayooo! Belum mahram, nggak boleh peluk-peluk!" seru Afyalda. "Ihh, apaan sih?" Yu Ri manyun. Malah kelihatan bertambah imut di mataku. "Ban

