PRANG! Suara beling pecah terdengar memenuhi rumah. Nana yang baru saja selesai belajar segera menghampiri sumber kebisingan. Dengan tergopoh-gopoh, gadis itu mendekat. Seketika matanya membulat ketika melihat gelas sudah terpecah menjadi beberapa bagian kecil dan besar. Tanpa membuang waktu, Nana segera merendahkan tubuh, membantu pria yang berusaha membersihkan serpihan beling seorang diri. "Apa yang terjadi?" tanya gadis itu sembari memasukkan pecahan gelas ke dalam kantong plastik. Akan tetapi belum sempat ayahnya menjawab, satu serpihan yang tidak terlihat berhasil melukai jarinya. "Aw?" Nana memekik, memeriksa telunjuk yang kini mulai mengeluarkan cairan berwarna merah. Melihat putrinya terluka, Takeru segera menghentikan tangan gadis itu, ingin memeriksa tapi tidak bisa karena

