"oh astaga! Apa ini benar kekasih kecilku?" Marcus mencubit gemas kedua pipi Kamerun. Kamerun kesal dan segera melepas tangan Marcus dari kedua pipinya yang nampak memerah. "Tuan boss kau menyebalkan!" Kesalnya sambi berkacak pinggang. "Apa kau tidak ingin menciumku lagi?" Tanya Marcus sambil memajukan bibirnya tepat didepan wajah Kamerun. Gugup? Tentu saja. Siapa yang tidak merasa gugup saat pria tampan yang sangat ia puja ahir-ahir ini,tengah memejamkan matanya tepat didepannya. "Tuan kau kenapa?" Kamerun berusaha menetralkan detak jantungnya. Sambil memalingkan wajahnya. "Cium aku sekarang! Aku berjanji akan memberimu bonus setelah ini!" Gumamnya sambil terus berusaha memejamkan matanya. Kamerun mendengus kesal. "Apa tuan fikir saya hanya gadis murahan yang bisa tuan iming-i

