"kepala gue sakit banget!" Kamerun memijit pelan kemingnya saat melihat Marknyang tengah menatapnya tajam. "Lo kerja di---" bibir Mark segera dibekap paksa oleh Kamerun. Mode alarm berbahaya membuat Kamerun harus melakukan itu! Karena apa? Karena ia masih belum siap menerima kemarahan Raja. Dengan cepat Kamerun menarik tangan Mark lalu memgajaknya keluar dari kelas. "Lo apaan? Narik gue?" "Lo jangan bilang tempat kerja gue donk!" Pinta Kamerun. Mark mengeryit heran. "Kenapa? Lo gengsi? Malu? Ya elah Run! Kerjaan lo halal. Kenapa lo mesti malu kalo---" "Udah jangan banyak ceramah! Lo gak bakalan tau apa masalahnya! Intinya lo diem bae lah!" Mark hanya mampu mengangguk sambil melihat Kamerun melangkah pergi begitu saja. Namun otaknya masih terus bertanya-tanya ada apa gerangan de

