Bab | 14

830 Kata
"jadi mereka adalah adik dan kakak, Ale, Adra, mereka adalah satu keluarga." Ucap Brendy saat ia sudah di dalam kamar. Brendy membuka lemari dan mengambil pakaian yang ia kenakan saat Ale memperkosanya. "Aku membenacimu Ale! Aku membencimu!" Teriak Brendy merobek baju itu dan menginjak hingga kotor. "Kau mengambil kehormatan ku dengan keji, sekarang kau ingin memperbaiki semuanya, apa yang ingin kau perbaiki Ale? Kau tidak bisa memperbaiki diriku yang sudah hancur." Tangis Brendy menjatuhkan tubuhnya di lantai. Brendy menangis, ia sangat tidak berguna sekarang, sesuatu yang ia jaga telah hilang, dan yang lebih menyakitkan adalah ia pria itu adalah adiknya Adra. Ia tidak ingin merusak pertemanan dengan Adra yang terjalin begitu baik, tapi Brendy juga tak ingin jika terus bertemu dengan Ale. ********************************* ~Adra POV~ Aku sandarkan kepalaku di divan kasurku di belakang aku beri bantal agar aku sedikit nyaman dengan posisiku tapi senyaman-nyaman nya posisiku takkan bisa ku pungkiri bahwa hatiku kacau dan berantakan. Gadis yang selama ini aku kejar telah menjadi rebutan oleh ku dan oleh adikku sendiri. Haruskah aku mengalah? Haruskah aku melawan? Haruskah aku bersaing? Atau haruskah aku menghancurkan?. Entah alasan apa sudah sekian lama aku mengejar gadis itu tapi ia tak bisa menerima perasaan ku. Walau setiap hari aku kunjungi tempat kerja nya dulu yaitu di sebuah cafe mengapa? Mengapa ia tak bisa melihat aku disini. Aku sengaja datang setiap hari ke tempat kerja nya guna memastikan bahwa tidak ada satupun lelaki yang berani menyentuhnya aku sengaja memastikan sendiri dan aku akan menjaga kehormatan nya sebagai wanita. Tapi pada saat itu aku berkunjung ke tempat kerjanya aku tengah bertengkar hebat dengan temanku dan sebagai pelampiasan aku mengunjungi cafe nya setengah hanya untuk pelampiasan pertengkaran ku dan setengah tentu bertemu gadisku. Hingga aku pulang dan aku dibawa ke penjara dan dalam selang waktu 2 hari aku bisa menemukan siapa penghianat itu. Tapi disaat aku pulang aku mendapat kabar bahwa adikku telah memperkosa seorang wanita..ya wanita yang aku idamkan selama ini wanita yang harus aku jaga kehormatan nya tapi ternyata adikku sendiri yang menghancurkan itu semua. Lalu harus bagaimana aku? Rumit sungguh rumit. ~~~ ~Author POV~ Los angeles 07:00 AM "Siapkan semuanya aku akan segera membawa gadis itu," suara seseorang menelpon  lalu mematikan nya. Seseorang pemuda  telah berdiri sudah tampan dengan baju wibawa ia memakai jam hitam di tangan kiri sepatu hitam. Saat ia hendak keluar dari rumah menuju garasi ia berpapasan dengan kakaknya yaitu Adra. "Kakak tunggu...apa kau marah sehingga bertemu dengan ku saja tidak menyapa?"  Ucap Ale memegang lengan Adra. Adra otomatis menghempaskan tangan itu dari lengannya. "Jangan kau berani coba mendekati gadis itu," lalu Adra pergi dari hadapan Ale. Ale hanya diam dan langsung memasuki mobilnya menuju tempat yang ia tuju. ~~~~~~~~~~~~~~~~ Brendy lupa menaruh di mana map yang berisi lamaran itu yang ia ingat terakhir waktu ia pingsan. "Tidak mungkin kan jatuh di jalan waktu diriku di El Puablo." Brendy duduk di kursi dan memijat kepalanya. Ia berdiri ingin keluar berusaha mencari map nya mencoba ke El Puablo kembali. Tapi saat ia membuka pintu betapa kagetnya betapa syok nya ketika melihat sosok Ale Zandro berdiri di depan rumah nya. Berdiri dengan sendekap di depan mobil dengan sifat ke pria an nya dan tatapan itu tatapan nya sungguh mempesona. "Ale?" Brendy mencoba bersifat biasa-biasa saja. "Ya Brendy ini aku Ale." Masih menatap gadis di depan rumahnya itu. Tidak lama kemudian 1 mobil lagi juga mendekati nya mobil berwarna silver telah berhenti pas di samping mobil hitam itu. Dan keluarlah sosok lelaki yang tak asing di mata Brendy. "Adra?" Brendy kebingungan kenapa ada adik kakak saling berada di depan rumah nya. "Ahh kenapa harus ada kakak disini" batin Ale dengan menggaruk dahinya. Kedua saudara itu saling menatap tajam cukup lama. Ale tak ingin berlama-lama, ia langsung mengambil alih, "Brendy aku disini ada urusan sebentar denganmu, ini penting Brendy, bisakah kau ikut denganku?" Ale mendekati Brendy. "Pulanglah! urus lah yang lainz dia ada urusan lebih  penting dari pada bersamamu." Adra memegang pundak  Ale. "Aku ada urusan kakak." balas Ale. "Brendy ikutlah denganku, aku juga ada urusan yang lebih penting." Adra menatap Brendy. Brendy tak mengerti maksud mereka berdua, segera Brendy mendekati nya dan berada di tengah. "Stop! hentikan! aku tidak ada janji dengan kalian berdua." Brendy mengangkat tangannya di tengah-tengah dua orang itu. "Sekarang aku sibuk mencari sesuatu." Ucap Brendy. "Justru karena itu aku menjemputmu dan aku bilang ini penting Brendy." Ujar Ale tersenyum. "Brendy aku menjemputmu, tidak main-main jadi ikutlah denganku" jelas Adra. Seketika itu Ale memegang tangan kanan Brendy. "Denganku saja! percayalah ini penting." Ale tetap memegang tangan kanan Brendy. Adra yang tak ingin kalah juga memegang tangan kiri Brendy. "Brendy, aku tidak akan kesini sepagi ini jika tidak benar-benar penting." Ucap Adra Juga memegang tangan kiri Brendy. Sekarang posisi Brendy berada di tengah dua saudara itu, saling memegangi tangan kiri dan kanan nya. "Astaga kalian ini apa-apa an." Brendy menoleh ke arah Ale dan Adra bergantian. "Denganku kan?" Ale tersenyum. "Pasti denganku kan?" Adra yang tak mau kalah. ______________________________________
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN