47 🦋

1112 Kata

Anin baik-baik saja. Kehidupan rumah tangganya sebulan ini harmonis dan romantis sekali. Hampir semua ibadahnya dikerjakan bersama Hadid, mulai dari salat malam, zikir pagi, duha bahkan zikir sore pula. Rumah tangga impian Anin benar-benar terwujud bersama Hadid. Saat ini Anin sedang melakukan kegiatan di dapur baru saja usai duha. Ponsel Anin berdering nyaring dari kamar. Anin lantas bergerak ke sana untuk mengetahui siapa pemanggilnya, tapi saat akan menuju kamar, Hadid dengan kursi rodanya keluar dan membawakan benda pipih itu. "Haura, Nin." Anin menerimanya suka cita. "Makasih, Mas. Anin terima ini dulu ya." Hadid mengangguk saja lalu kembali ke kamar. Sementara Anin pun membawa ponselnya ke dapur yang memunculkan gambar Haura di layar. "Mbak Anin apa kabar? Diem-diem aja sekarang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN