"Anin mau simpan barang-barang ini dulu, Mas Hadid mau nunggu di mana?" tanya Anin mendorong kursi roda suaminya masuk ke rumah. "Aku di sofa aja, Nin." Anin pun meninggalkan suaminya tetap di kursi roda di sekitar sofa yang diminta. Ia lalu menyimpan barang belanjaannya sementara Hadid mencari kesibukan dengan ponsel dan menelepon Furqon. Sedikit terdengar tegur sapa suaminya membuat tawa riang Hadid terlepas. Anin tak tahu inti pembicaraan itu, tetapi ia sangat menikmati semangat hidup suaminya. Anin tertular kebahagiaan Hadid dan tersenyum bersama kegiatan yang ia lakukan. "Mas mau kopi?" tawar Anin setelah pembicaraan suaminya selesai. "Gak usah, Nin. Mas mau tidur siang nanti setelah makan." Anin mengangguk saja, menghargai keinginan suaminya. Anin mencari kesibukan sendiri seper

