Tak Tak Tak "Dasar Ran buta!" kesal Moti. Ia berjalan keluar dari ruang penyimpanan peralatan itu dengan perasaan dongkol dan kesal luar biasa. Randra baru saja mempermainkannya. "Tahu begini mendingan Momok ke jalan itu aja, siapa tahu bukunya masih ada," ujar Moti sambil berjalan ke arah ruang prakteknya. "Kapan aku terima dompetku?" "Aaaa!" kaget Moti. Ia berbalik ke arah suara. "Huuhh, ternyata mas Aran toh, ngagetin Momok aja, kirain arwah penasaran," Moti mengusap-ngusap pelan dadanya. Aran tersenyum lalu ia menaikan sebelah alisnya. "Jadi kapan?" "Em...memang butuh, yah?" Moti bertanya. Aran menghilangkan senyumannya, ia tiba-tiba dongkol. Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja semua orang membutuhkan dompet mereka, apalagi ada barang-barang penting disana. "Ehm...sudah

