Tak Tak Tak "Mas Aran, ini dompetnya," ujar Moti sambil memberikan dompet coklat itu pada sang empunya. Aran mengambil dompet itu. "Maaf yah mas Aran, Momok baru kasih, soalnya Momok aja baru ingat dompetnya waktu kemarin mas Aran ngagetin Momok kaya arwah penasaran," ujar Moti. Twet Twet Semua pandangan mata yang ada di ruang keluarga itu menoleh ke arah Aran. "Ehm...," Aran berdehem. "Tidak apa-apa, terima kasih karena kau telah menemukan dompetku," lanjut Aran. Moti mengangguk. Ia melirik ke arah Randra yang juga sedang melirik tajam ke arahnya. "Sh...," Moti meringis takut, pandangan Randra seperti ingin memakannya saja. "Em...Ran, itu...Ran...bawa...," ucap Moti tergantung. Randra memperlihatkan sebuah tas plastik yang di dalamnya dua buku. Moti tersenyum sumrigah. "Oa

