Sore Hari - Rumah David Waktu telah berlalu, Rurayya telah dipulangkan ke Indonesia, dan tentu saja perempuan malang itu kini kembali ke rumah suaminya. Hari ini Langit mulai berwarna jingga keemasan, sinar lembut matahari menyusup dari celah tirai jendela besar kamar Rurayya. Di dalam kamar, Madiev duduk bersandar di sofa kecil dengan mainan robot di pelukannya, sementara David masih setia di sisi ranjang. Hari ini adalah hari ke- 31 sejak Rurayya dipindahkan ke rumah. Ia belum bangun, tapi hari-hari mereka tak pernah absen dari doa dan harap. David baru saja pulang dari kantor. Dasi masih tergantung longgar di lehernya. Ia melepas jas, menggulung lengan kemeja, dan duduk di sisi ranjang seperti biasa. Tangannya mengusap pelan tangan Rurayya yang mulai membaik warnanya. “Ray…” bisik

