14. Transfusi Darah

975 Kata

Aku menggigit ujung kukuku, entah mengapa melihat gadis yang seusia dengan Dinka yang kini sedang terbaring di pangkuanku membuatku sangat cemas. Berkali-kali aku menyeka keringat dingin yang muncul di keningku. Melihat darah yang keluar dari kepala gadis ini membuat jantungku berdegup tidak karuan rasanya. "Cepat sedikit mang, kasihan adik ini," ucapku pada mamang. Tak lama kemudian kami berhenti di rumah sakit negeri yang lumayan besar. Mamang segera keluar dari mobil dan membukakan pintu untukku.  "Tolonggg, ada pasien kecelakaan," teriakku memanggil perawat. Para perawat dengan cepat berlari kearahku membawa brankar pasien, perawat lelaki mengangkat tubuh gadis itu dengan hati-hati. Mereka berlari mendorong brankar pasien itu untuk mereka bawa ke ruang perawatan. Aku mengikuti par

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN