“Hah?!” “Apa?!” Kurang lebih reaksiku sama dengan Bagas. Kencan katanya?! Manusia aneh bin ajaib itu punya pacar? Sungguh aku sama sekali tidak habis pikir, gadis malang mana yang bisa-bisanya tertipu dengan penampilan Andaru. “Sama Oren,” ucap Andaru lagi, yang kali ini membuatku dan Bagas menghela napas. “Kaget amat kalian.” “Gue kira Bang Daru punya pacar.” Aku mengangguk, setuju dengan pendapat Bagas barusan. Mengingat saat main ToD beberapa minggu lalu di pantai saat liburan, Andaru sempat bilang kalau ada orang yang disukainya. Tidak menutup kemungkinan kalau suatu saat dia punya pacar. “Udah ah, masuk yuk, Gas. Badan lo berat banget kayak karung beras!” keluhku. “Ah, lebay banget!” “Daru bantuin, kek!” ucapku lagi. Kali ini benar-benar berhasil. Andaru yang tadinya

