Setelah mengunjungi panti asuhan Kasih hari Minggu kemarin, Gerard jadi sering bertemu denganku dan juga Bagas tentunya. Sejujurnya aku juga tidak mengerti, kenapa orang seperti Gerard mau main dengan anak aneh macam Bagas, tapi aku tidak mau ambil pusing. Terserah saja Gerard mau main dengan siapa, asalkan dia tidak mengganggu ketenangan hidupku, itu bukan masalah besar. Namun ada pertanyaan besar yang bergelayut dalam pikiranku. Meski mati-matian tidak mau memikirkannya, tetap saja aku kepikiran. Hingga suara cempreng Tiara sudah mengacaukan lamunanku. “Beberapa hari ini gue sering liat Bang Gerard main sama anak-anak, tapi kok gue enggak lihat Kak Galaksi, ya?” tanyanya seraya memakan keripik singkong balado. Aku hanya menggeleng pelan menjawab pertanyaan Tiara barusan, karena ju

