Gerard diam sejenak, tatapannya lurus mengarah pada Nayla yang sedang memukuli Bagas di lapangan. Ada senyum samar terukir di wajah Gerard. Ini ekspresi yang belum pernah kulihat dari Gerard, sesuatu yang baru namun juga tampak familiar. “Gue nggak akan ngebiarin itu. Setelah lulus sekolah, gue akan cari kerja dan keluar dari panti. Gue akan tinggal berdua sama Nayla, sudah terlalu lama kami tinggal di sini dan itu cukup jadi alasan buat gue untuk keluar.” Ini adalah kalimat terpanjang yang pernah kudengar dari mulut Gerard. Tidak ada keraguan sama sekali dari ucapannya, dan dari tatapannya aku tahu Gerard benar-benar serius. Sepertinya Gerard sudah memikirkan hal ini sejak lama dan tidak tiba-tiba memutuskannya begitu saja. Karena menurutku, keputusan seperti ini sangatlah sulit dan b

