Runyam

1092 Kata

Bagas masih menatapku tajam, Gerard juga sudah tidak lagi tertawa. Untungnya, makhluk menyebalkan ini bisa membaca situasi. Karena sungguh, aku saja malas bicara kalau Bagas sedang marah, apalagi bercanda dan tertawa seperti apa yang Gerard lakukan barusan. “Gu-gue udah beliin nasi di kantin, lo makan dulu, Gas,” ucapku pelan, berharap semoga Bagas lekas melupakan ucapan Gerard barusan. “Yaudah, gue balik ke kelas deh, bentar lagi masuk.” Tanpa menunggu jawabanku dan Bagas, Gerard sudah melenggang pergi meninggalkan UKS, aku dan Bagas dengan suasana mencekam. Gerard s****n! Harusnya dia mempertanggungjawabakan ucapannya dulu sebelum pergi. Kalau tingkahnya seperti ini, bagaimana bisa aku menghormatinya. Bagas masih menatapku tajam. “Dis, gue tau lo paham maksud gue.” “Gerard ngg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN