Kebohongan

1125 Kata

Kelasku masih berisik, ini malah lebih berisik dari pasar hewan sepertinya. Anak-anak cowok yang tadinya masih asyik gambreng, mendadak bersorak girang saat melihat aku membawakan pesanan mereka. Terutama si Ucup. “Makasih, Ladis,” ucapnya sambil tersenyum lebar. Tapi sumpah, aku sama sekali tidak senang melihat senyum itu. Setelah memberikan pesanan mereka, aku kembali duduk di tempatku. Bahkan dari sekian banyak titipan, tidak ada satupun yang memberi uang lebih. Sepertinya mereka sengaja memberiku uang pas agar aku tidak mengambilnya. Memang dasar murid kelas titisan lintah. Sekilas, kulihat Tiara sedang menonton sesuatu dengan anak-anak cewek di pojokan. Waktu pulang sekolah juga masih lama dan daripada aku ikutan gambreng dengan Ucup, lebih baik aku ikutan nonton dengan merek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN