Curiga

1111 Kata

“Lo bilang dia suka sama lo, pasti ada sesuatu nih. Gue nggak bisa diam aja, gue harus ngomong sama dia.” Buru-buru aku menghentikan Bagas, ini sungguh diluar kendaliku. Maksudku, bahkan Andaru sendiri tidak pernah bilang kalau dia suka padaku. Aku takut, kalau Bagas hanya akan memperumit masalah yang sudah rumit. “Yang bilang dia suka sama gue itu Gerard, jadi lo jangan coba-coba ngomong ke Andaru. Diem aja dulu, Gas,” ucapku pelan, mencoba untuk tidak emosi. “Mana bisa gue diem aja?! Kalau nanti dia ngerebut lo dari gue, gimana?” “Capek banget gue ngobrol sama lo,” kataku pelan. “Lo bilang apa barusan?” “Beliin gue es kopi, dong.” Bagas kemudian mengangguk setelah sebelumnya menitipkan piring somaynya yang sudah kosong padaku. Kalau sudah habis kenapa tidak langsung ditaruh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN