“Kiara. Gue nggak tahu kelas berapa–“ “Kiara Larasati?!” tanya Saga, memotong ucapanku. “Mungkin, gue nggak tau nama lengkapnya.” “Iya, Dis, si Saga emang suka sama Kia. Udah gue bilang padahal, kalo Kia sukanya sama gue, tapi dia nggak percaya.” Bagas lagi-lagi berucap asal, sambil menggigit cabai rawit kemudian kepedasan sendiri. “Bohong lo!” “Beneran, Ga. Kia nembak Bagas pas ujian semester kemarin, tapi ditolak sama nih beruk.” “Bagas ganteng, Ladis! Bukan beruk!” “Whatever.” “Berarti gue udah nggak ada harapan, dong?” tanya Sagara, yang entah kenapa mendadak lesu. “Lo belum coba udah nyerah. Coba kenal aja, apa mau gue bantu?” tanyaku. “Gue udah kenal sama dia lewat organisasi, tapi nggak dekat, cuma sekedar tau.” “Ya lo deketin, dong!” Bagas mulai menyebalkan.

