Kelakuan laknat

1139 Kata

“Ladis!” “Apa?” jawabku lemas. Serius, perutku sakit dan aku terlalu lelah untuk menghadapi tingkah random Andaru. “Eh, lo sakit?” Dia buru-buru mendekat. Duduk di kursi depanku yang sedang kosong karena jam istirahat pertama memang masih berlangsung. “Enggak, cuma sakit perut. Biasa, bulanan,” jawabku santai. Andaru menghela napas pelan, padahal aku tahu tadinya dia mau marah-marah sama aku karena barusan aku katai mirip masteng terminal. “Lo nggak usah banyak tingkah, Ru. Inget udah kelas dua belas,” ucapku yang sukses bikin Andaru menatapku lurus. “Yeee ini tuh keren tau! Lagian bukan tato permanen, kok. Palingan udah ilang sebelum ujian nasional.” “Tetep aja kalo ketahuan Pak Ri, bisa dibotakin, lo,” ucapku. “Jadi Upin Ipin dah kalian.” “s****n!” Emang Dasar man

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN