Waktu berlalu, tidak terasa empat bulan sudah terlewati dengan berbagai drama antara Mona dan aku. Gejolak dalam jiwa kami begitu besar, tapi kami harus menahannya. Selama empat bulan, Mona sesekali saja datang ke rumah orang tuanya bersamaku. Dia hendak membuktikan jika ketakutan Papinya tidak beralasan. Memang sepertinya Mona lebih banyak berubah, lebih baik dari saat dia bekerja di kantor yang sama denganku dulu. Hari ini tepat empat bulan pernikahan kami, Papi menyuruh kami datang ke rumah. Entah apa yang akan dibicarakan olehnya hingga beliau menyuruh kami datang ke tempat tinggalnya. Sesampainya kami di sana, Papi dan Mami sudah menunggu di ruang tamu. Kami segera menyalami dan mencium punggung tangan mereka. "Bagaimana rasanya jadi pengantin baru, Mona?" Papi bertanya, atau mun

