Chapter 74 Puspa

1186 Kata

Dulu aku sering mengkhayal bisa beli rumah. Sekarang malah tinggal tunjuk saja. Pakai uangnya Indra sih memang, tapi dia bilang rumah ini akan dibeli atas namaku. Romantisnya. Ya ampun apa yang aku lakukan sampai dapat suami tampan, mapan, dan dermawan seperti Indra ini. Rasanya dia terlalu sempurna. “Selain kamar utama, ada dua kamar anak juga,” ujar Jonathan. Temannya Indra, yang merekomendasikan rumah ini. Tepatnya rumah ini milik sepupunya Jonathan, yang hanya dibeli saja dan belum pernah ditempati tapi dirawat dengan baik. Aku jadi salah tingkah mendengar kata anak. Langsung terbayang kalau aku dan Indra punya anak. Kira-kira nanti akan bagaimana ya? Indra hanya manggut-manggut saja. Kalau aku, jelas sudah jatuh cinta pada rumah ini sejak pandangan pertama. Luas, desainnya bagus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN