Clara kembali menikmati kue tart dan menyisakan setengaha saja. Dia meneguk cokelat yang sudah tidak terlalu hangat lagi hingga habis dan tersenyum dengan penuh rasa kenyang. Kue buatan Li Yong memang enak yang sudah sangat dia rindukan. Pria itu terus tersenyum memandangi Clara. “Apa kamu sudah kenyang?” tanya Li Yong. “Ya. Kenapa kamu belum pulang?” Clara balik bertanya. “Aku akan menginap di sini?” Li Yong mengambil kue tart yang tersisa dan menyimpan ke lemari penyimpanan. Dia juga mencuci gelas yang telah kosong. “Untunglah aku dididik keras oleh papa dan mama sehingga menjadi wanita yang kuat, tetapi manja karena kalian berdua yang memperlakukan aku seperti tuan putri.” Clara melihat Li Yong yang sedang mencuci gelas dan mengeringkannya. “Wanita harus mempunyai si

