Sia-Sia

998 Kata

"Entahlah, Sha. Gue juga gak ngerti logika tuh cowok. Lain kali, gue harus kasih dia pelajaran." Flora mengepalkan tangan. Aku menggeleng tegas. "Caranya gak gitu, Flo. Lo cewek, gak boleh kasar." "Woi, daripada sedih-sedihan begitu, mendingan bolos, yuk!" ajak Mella antusias. Aku dan Flora terbelalak. "Bolos? Enggak!" Flora menggeleng tegas. "Gila lo, Mel." "Haish, yaudah kalau gitu habis pulang sekolah aja kita mainnya. Nongkrong dulu beli gorengannya Mpok Inem. Udah lama gak ke sana," simpul Mella. Aku dan Flora mengangguk. Sedangkan Caca masih tak mau melepaskan pandangannya dari cowok-cowok basket di depan. "Sha, apa yang lo rasain pas jadi pacarnya Kak Axel?" Caca menatapku lalu bertanya. Aku menaikkan sebelah alis. Untuk apa dia bertanya seperti itu? "Biasa aja." Aku menyahut d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN