Isi Hati Mario

984 Kata

"Lo bercanda lagi, 'kan?" Aku menyorot Zidan sinis. Cowok itu menggaruk tengkuknya. "Gue selalu kelihatan bercanda, ya?" cetusnya kemudian. Aku menelan ludah. Dia memang bercanda, 'kan? "Iya!" Aku berseru lalu berdiri dari duduk. "Gue mau lari lagi. Lo ikut gak?" "Tapi, lutut lo gimana?" Zidan ikut berdiri seraya bertanya. "Lumayan masih sakit sih. Tapi, kan, ada elo yang bakal gendong gue." Aku menaik turunkan alis. "Oke? Ya ya ya?" "Haish, oke. Toh badan lo kecil." Aku senang sekaligus kesal. Badanku kecil? Hei, di antara kalian, apa ada yang bisa berbagi tips supaya badan cepat gede? "Apa gue sekecil itu?" "Yap. Kayak upil badak. Kecil dan bau." Aku refleks memukul lengan cowok itu. Dia malah terbahak. Dasar, masa ketawa di atas kekurangan orang lain? "Mukul aja gak kerasa. U

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN