Aku duduk tidak tenang di sofa depan TV. Hari ini, Mario tidak masuk. Dia kenapa? Nyaris tidak mungkin kalau dia bolos. Cowok itu, kan, penjunjung tinggi peraturan sekolah. Apa dia sakit? Tapi, kemarin sepertinya dia baik-baik saja. Lalu, apa yang terjadi? Ingin rasanya menelepon cowok itu dan menanyai keadaannya. Namun, aku ragu untuk menghubunginya. "Eh Upil Badak, kenapa lo?" Satria menghampiriku dengan pakaian yang sudah rapi. "Gak apa-apa." Aku menyahut datar. "Kalau lo bilang begitu, berarti ada apa-apa." Satria menatapku penuh curiga. "Beneran gak apa-apa. Oh iya, lo mau ke mana udah rapi begitu?" Aku menatap cowok itu dari atas sampai bawah. Dia mengenakan kaus putih polos yang dibalut jaket kulit warna hitam. Lengkap dengan jeans hitam yang melekat manis di tubuhnya. "Jalan-

