“Hana,” ucap Aryan. Seketika Hana menoleh. “Eung?” “Saya mau kamu bahagia.” “...” Tak ada sahutan dari sang wanita, mereka hanya saling memandang tanpa sadar bahwa lampu lalu lintas telah berubah warna. Kontan, suara klakson mendominasi seolah mengusir anak manusia yang tengah dimabuk asmara. TINNNN! TIN TIN! “Ya, ya, sabar ….” Aryan menarik perseneling sambil menggerutu. Dan melihat ekspresi itu, membuat Hana bisa melihat sisi lain dari seorang Aryan. ‘Dia yang biasa tenang, ternyata lucu kalau lagi panik.’ Hana mulai memperhatikan Aryan dari samping. Lebih lama dan lebih dalam. Perlahan mobil melaju cepat, pun Aryan sudah tak lagi terlihat panik. Disaat berikutnya, ekor mata pria itu tanpa sengaja menangkap iris yang memandangnya penuh arti. “Jangan diliatin terus, nanti

