Kontrak Perjanjian

1239 Kata

Hana menjauh dari ambang pintu. Lututnya seketika gemetar saat mendengar ucapan yang terlontar. “Aku mencintainya.” Satu kalimat itu terngiang-ngiang di telinga. Setelahnya, Hana jadi melangkah tak tentu arah. Dari area ruang kerja Habibah, ia menuju selasar pintu utama. Setelah menidurkan Humaira, ia rasa tak ada lagi yang harus dilakukan disana. Itu sebabnya, ia hendak pamit. Namun tanpa sengaja ia justru mendengar kalimat yang mengejutkan. Tak pernah terkira bahwa Aryan menyimpan rasa untuknya. Sejak kapan? Pertama bertemu katanya? ‘Ya Allah, Hana. Betapa bodoh kamu, ga sadar sama sikap baiknya.’ Hana terus melangkah. Ia menggeleng berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang ia dengar adalah sebuah kesalahan. Lalu untuk apa ia sembunyikan rahasia perceraiannya dengan Axel, jika sebena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN