Kaiden menatap langit-langit kamarnya saat ini. Perasaan hampa menyerang entah sejak kapan. Ia terus menghela napasnya pelan dengan tujuan agar resahnya juga terurai. Perasaan tidak nyaman kembali terasa. Ingatannya berlayar pada kemarin malam saat ia dan Mine masih tidur di kamar yang sama. Kaiden menoleh ke sisi kanannya, ruang kosong itu terasa sangat luas baginya, Mine memilih tidur di rumah orang tua, sementara dirinya dipaksa pulang. Tentu saja ia tidak bisa menolak, ia sudah berjanji akan membiarkan Mine melakukan apapun. Di rumahnya, Kaiden tidak sendiri, ada Kayara yang menemani. Saat matanya sudah untuk terpejam, ia memutuskan untuk keluar kamar dan mendapati Kayara duduk di ruang tengah. "Enggak tidur? " Kayara menoleh, "enggak bisa," sahutnya pelan. "Sama." Kaiden ikut dudu

