Siang hari ketika Kaiden baru menyesaikan operasi, ia berjalan menuju ruangannya dengan langkah santai. Ketika masuk dalam ruangan, ia tidak mendapati Tama di sana, melainkan ada Disty yang duduk tanpa mengenakan setelan bekerja. "Bukannya lo cuti, kok bisa di sini?" tanyanya heran. Disty mendongak dan menatap Kaiden dengan ekspresi cemas, "lo ingat kan hari ini kita ada janji?" Kening Kaiden tentu mengernyit, "janji apaan?" Disty terdengar menghembuskan napasnya gusar, "gue udah tau, pasti istri lo yang balas, dia tadi malam chat gue, ngajak ketemu." "Chat lo? Ngajak ketemu? Masa?" Disty mengangguk, "gue enggak bisa simpan chatnya, takut Sam lihat, karena gue kira perlu, jadi gue langsung datang kesini." Kaiden duduk di kursinya sambil menatap Disty dengan ekspresi berpikir, "ngapa

