Pada hari yang sama, setelah Nadine mengutarakan keinginannya. Rallin segera meminta janji temu dengan teman lamanya–Alex. Alex menyetujui ajakan pertemuan itu dan meminta Rallin untuk datang ke tempat kerjanya saat makan siang. Di sinilah Rallin berada, di sebuah rumah sakit swasta pusat kota. Wanita itu duduk di salah satu kursi kantin berhadapan dengan pria yang masih mengenakan sneli lengkap, seorang dokter spesialis nyeri yang telah menjadi bagian dari rencana mereka. Namun, pertemuan itu tidak seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, suasana kali ini jauh lebih tegang. “Kamu yakin Nadine ingin melakukan tindakan kejam ini?" Alex menanggapi perkataan temannya itu dengan nada pelan nyaris berbisik disertai tatapan penuh keraguan. Rallin mengangguk pelan. “Yakin, Al! Aku sempat ng

