Bab 23. Kembali Terkekang

1181 Kata

Aira berdiri balkon kamarnya, menatap kosong ke halaman luas rumah Pratama. Angin sore menerpa rambut panjangnya, membawa serta aroma samar bunga mawar dari taman belakang. Hatinya sesak. Genap satu bulan, dia tinggal di rumah besar ini, tetapi tidak diizinkan keluar. Padahal dia hanya ingin menjenguk ibunya di rumah sakit. Beberapa waktu yang lalu, setelah berhasil membuat kesepakatan dengan Kakek Pratama, dia sempat berpikir bahwa kehidupannya akan sedikit lebih baik setelah tinggal di sini dan tidak terkekang lagi seperti saat tinggal bersama Adrian. Dia bisa bebas menemui ibu dan adiknya. Namun, kenyataannya? Tak ada yang berubah. Tanpa ada Adrian di rumah ini, Nessa semakin leluasa menekan dan mengatur setiap langkahnya. "Kamu pikir rumah ini penginapan? Bisa keluar masuk sesukamu?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN