"Selamat, Nona ... Anda positif hamil. Usia kandungannya baru berjalan tiga minggu." Perkataan dokter beberapa saat yang lalu masih terngiang jelas di telinga. Aira memandangi kertas hasil pemeriksaan dengan mata berkaca-kaca. Tatapannya masih terfokus pada satu kalimat yang tercetak tebal di bagian bawah yang bertuliskan POSITIF. "Ha-hamil ... a-aku beneran hamil." Bibir wanita itu tampak bergetar menahan tangis saat mengucapkan kalimat itu. Tangannya meraba perutnya sendiri yang masih rata. Entah dia harus sedih atau bahagia mengetahui kenyataan ini. Seharusnya dia bahagia, mengingat ini kabar yang baik. Jika dia memberitahukan hasil ini pada Adrian, pasti pria itu akan senang. Namun, kini yang dirasakan justru sebaliknya, hatinya terasa berat mengetahui kenyataan itu. Pernikahan

