Bab 15. Dia Milikku!

1269 Kata

Aira melangkah gontai memasuki unit apartemennya. Begitu pintu tertutup, tubuhnya langsung limbung, bersandar pada pintu dengan napas memburu. Hatinya terasa berat dengan pikiran yang berkecamuk. Kata-kata Amanda terus terngiang di telinga seolah selalu membayangi setiap langkahnya. “Gugurkan dia, Kak! Sebelum terlambat, sebelum Ibu mengetahuinya.” Aira menutup mata, setetes air mata jatuh membasahi pipi. Kedua tangannya meremas perut yang masih rata, mencoba merasakan keberadaan kehidupan kecil yang kini tumbuh di dalam sana. "Apa aku tega melakukan itu?" Pikiran itu terus mengganggunya. Amanda tidak bisa memahami situasi, yang ada dipikiran gadis itu hanya menjaga martabat keluarga tanpa melihat kesulitan yang dialami. Sialnya, permintaan itu berhasil membuatnya goyah. Keinginan untu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN