Kebanggaan Keluarga

1039 Kata
Sebuah mobil yang dikendarai Rasha telah merapat di parkiran sekolah milik Keysha. Mobil tersebut berjejer dengan mobil para karyawan staf dan guru. Terlihat sangat mencolok dengan warna silver yang mengkilat diterpa sinar matahari. Tampak juga beberapa orang yang masih berada di sekitar area parkir memandang kagum dan penasaran pada mobil yang masih tertutup rapat tiap pintunya. Rahman beserta sang istri turun dari mobil tersebut. Diikuti Rasha juga Keysha yang seketika langsung menarik perhatian hampir seluruh isi sekolah. "Lihat, betapa Ayah kamu bangga punya calon mantu kayak aku!" ucap Rasha berbisik langsung di telinga Keysha, saat berjalan bersamanya menuju halaman sekolah. Di sana sudah ada panggung besar yang akan menjadi tempat para alumni untuk menerima surat kelulusan. "Itu nggak akan lama," sahut Keysha mengancam sambil melotot kesal. Rasha hanya mengangkat kedua bahunya, mengecoh Keysha agar ia semakin kesal. Kemudian berlalu menuju tempat duduk tamu undangan yang sudah disediakan. Keysha bergumam sendiri. Ia merasa pening dengan ulah Rasha yang sudah mulai melewati batas wajar. Dilihat Rasha berjalan begitu dibuat-buat. Sambil memperhatikan sekitarnya, pria itu seperti tebar pesona pada setiap perempuan yang ditemui. Keysha yang sedang mengamati dari jauh tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya mampu menahan emosi yang bisa membuat dirinya cepat lelah. "Kenapa jodohku orang seperti dia sih. Nyebelin!" batin Keysha merasa gila dengan keadaan yang menimpa. Tiba-tiba sebuah rangkulan dari belakang mendarat di bahunya. Melingkar begitu saja bersamaan dengan wajah yang muncul tepat di samping Keysha. Sedikit mengejutkan tapi Keysha sangat suka. "Kok masih di sini?" tanya Rio menegur. Keysha melihat dengan teliti. Ada yang berbeda dengan penampilan pria yang sudah menjadi sahabatnya sejak masuk SMA itu. Bola matanya bergerak ke atas dan ke bawah. "Kamu, potong rambut?" tanya Keysha memastikan. "Iya, pinter banget sih. Gimana, keren nggak penampilanku?" tanya Rio dengan semangat dan penuh percaya diri. "Makin ganteng ya?" Keysha menggelengkan kepalanya untuk berbohong. Ia tak yakin jika dirinya harus mengatakan sebuah kejujuran pada penampilan baru Rio. Pasti, setelah ini sahabatnya itu akan berguling-guling tak beraturan. Atau bahkan bisa saja berteriak seperti kerasukan, seandainya Keysha mengakui kebenaran yang diteriakkan dalam hatinya saat ini. Kebenaran kalau Riyo memang terlihat lebih fresh, tampan dan berbeda dari biasanya. Ia bahkan bisa disandingkan dengan artis Farrel Bramasta karena terlalu keren untuk gaya rambut anak SMA di pedesaan. "Key, kamu saking kagetnya sampe nggak bisa ngomong?" tanya Rio dengan nada bergurau. "Jelek tahu. Apaan potongan rambut model kayak gitu. Nggak banget," ungkap Keysha berbohong. "Hey, bukannya kamu suka?" "Enggak!" "Tapi, kayaknya tambah ganteng. Iyakan?" "Siapa bilang?" "Anak-anak!" "Mereka cuma mau bikin kamu seneng. Udah ah, capek berdiri terus. Kita duduk di singgasana kita hari ini," ungkap Keysha dan melepas rangkulan Rio yang membelitnya sejak tadi. Rio hampir terjatuh. Ia pun membenarkan lagi bajunya beserta toga yang sedikit tak rapi. Lalu melangkah mengikuti kaki Keysha menuju tempat duduknya. "Tunggu Key!" teriak Rio sambil berjalan sedikit cepat. ** Sambutan dari kepala sekolah telah usai. Kini acara paling dinanti oleh para siswa sudah dimulai. Pengumuman juara umum dan penghargaan untuk siswa siswi berprestasi. Keysha tampak sedang bersiap. Ia, untuk yang terakhir kalinya sebagai siswi SMA akan membuat bangga kedua orang tuanya. Begitupun Rio, ia juga tak kalah semangat. Kali ini, ia juga mendapatkan penghargaan sebagai siswa paling banyak berprestasi dalam bidang olahraga. "Nanti kalau udah di atas panggung. Jangan malu-maluin Key!" ucap Rio menggoda. "Enggaklah!" sahut Keysha singkat. Sementara itu, Rasha sedang duduk dengan tenang di kursinya. Sambil memperhatikan gawai, ia juga mendengar suara yang menggema di panggung. Tak lama kemudian, terdengar nama calon tunangannya dipanggil agar naik ke atas panggung tersebut. Ia berhak menerima juara umum di sekolahnya. Juga penghargaan sebagai siswa paling banyak memiliki prestasi di bidang akademik. "Ternyata dia anak yang cukup pintar. Aku pikir dia cuma pemalas yang beruntung," batin Rasha di tempat duduknya. Sambil tetap terus memandangi Keysha di atas panggung. Ia mulai merasa ada hal yang lain mulai menyelimuti perasaannya. Senang dan bangga menjadi satu menghasilkan senyum di wajah Rasha yang sejak tadi sangat terlihat serius dan datar. Linda yang duduk tepat di samping Rasha tak sengaja melihat senyum itu. Ia pun ikut tersenyum sambil memperhatikan Rasha yang masih berekspresi yang sama. "Keysha emang selalu buat bangga nama keluarga. Makanya nanti, kamu jaga dia dengan baik ya. Dia pasti jadi istri yang membanggakan buat kamu juga," ucap Linda pada Rasha dengan sangat yakin. Ia pun kembali memandang ke arah panggung. Rasha hanya tersenyum sambil menunjukkannya pada Linda. Padahal dalam hati, ia berbicara sendiri. Tanpa, ada yang mendengar dan peduli. "Istri yang membanggakan. Aku nggak yakin. Buat bikin kantung mata nggak kelihatan aja nggak bisa. Apalagi pakai alat kosmetik yang lain. Whatever, asal nanti aku bisa nikah sama Keysha. Terus Papa bakalan mempercayakan semua usahanya sama aku. Pernikahan itu akan selesai. Good bye Keysha Putri." ** Keysha berjalan bersama Rio menuju mobil yang ternyata sudah menunggunya sejak tadi. Mereka terlihat sangat akrab dan dekat. Sesekali Keysha juga melempar senyum manisnya pada Rio. Rio tak sengaja melihat Rasha bersama kedua orang tua Keysha. Ia memandang dengan tatapan datar namun ada sedikit rasa penasaran. Rasha pun melakukan hal yang sama. Dengan wajah datar dan sikap biasa-biasa saja berjalan mendekat ke arah Keysha yang baru terlihat batang hidungnya. "Dari mana aja?" tanya Rasha yang sudah beradu pandang dengan Keysha dan juga Rio tentunya. Keysha tak menjawab, ia membuang wajahnya untuk melirik Rio. "Aku pulang duluan ya!" Kesal karena tak dihiraukan oleh Keysha. Spontan Rasha menarik tangan perempuan yang akan menjadi tunangannya itu. Mendekatkan tubuhnya agar sejajar dengan dirinya. "Kami pulang dulu!" ucap Rasha pada Rio sambil melepas pegangan tangan Keysha. Ia kemudian berjalan lebih dulu berharap Keysha mengikuti. Sayangnya, Keysha masih terpaku di tempatnya. Gadis itu menyempatkan diri mengatakan selamat tinggal pada Rio. Hingga dengan terpaksa Rasha melirik kesal ke belakang dan langsung berdehem agar Keysha segera ikut ke dalam mobil untuk pulang. "Hati-hati Key!" teriak Rio mengiringi langkah pulang sahabatnya. Rio hanya bisa memandang sampai Keysha masuk mobil. Tak perlu waktu lama, mobil itu menyala dan meluncur ke jalanan desa yang tak pernah macet. Kecuali saat ada perayaan parade karnaval atau lomba gerak jalan di bulan Agustus. "Rasha. Pasti itu yang namanya Rasha. Lumayan ganteng. Kayaknya orang kaya. Tapi, kenapa Keysha nggak mau sama dia ya. Meski kelihatannya sedikit agak playboy sama petakilan sih," batin Riyo sendirian.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN