Bagian 102

1122 Kata

*** "Mama." Mendapati nama Arumi terpampang di layar, Galanio bergumam sebelum akhirnya menjawab panggilan. Tengah berada di kursi yang ada di balkon apartemennya, sejak tadi kegiatan Galanio adalah melamun sambil mengingat lagi semua yang terjadi di dalam hidupnya belakangan terakhir. Galau. Sekiranya itulah yang Galanio rasakan seharian ini. Bukan hanya karena permintaan maaf darinya yang ditolak mentah-mentah oleh Arunima dan Gilang, kegundahan di hati Galanio juga disebabkan oleh pulangnya Sienna ke Tangerang. Darimana dia tahu? Jawabannya tentu saja Mbak Retno. Sempat mengirim pesan untuk bertanya tentang rencana Sienna setelah kedatangan Arunima dan Gilang, informasi tentang pulangnya sang mantan istri dia dapatkan dari perempuan paruh baya tersebut. Tidak ada informasi tambaha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN