*** "Jadi apa yang sebenarnya terjadi sama kamu? Sampai-sampai kamu enggak fokus, bahkan berani keluar rumah tanpa hijab? Agak kaget lho aku lihat kamu gerai rambut." Setelah beberapa menit suasana mobil hening, pertanyaan tersebut Galanio lontarkan di tengah kegiatannya mengemudi. Tidak lagi sendiri, di sampingnya kini duduk seorang perempuan yang sangat dia kenal, yaitu; Kanina. Hampir tertabrak oleh mobil yang dia kendarai, Kanina terlihat tidak baik-baik saja, sehingga tadi—tanpa banyak berbasa-basi, Galanio sigap mengajak perempuan itu masuk ke mobilnya. "Banyak," ucap Kanina, sambil mengarahkan pandangannya ke kaca mobil. "Dan apa yang terjadi sama aku bikin aku ngerasa enggak punya harga diri lagi sebagai perempuan. Aku udah enggak suci dan aku sekarang enggak lebih dari perempu

