*** Galanio pikir ketika dia mengambil keputusan untuk pergi dan duduk sendirian di depan lift, tak akan ada satu orang pun yang memergokinya karena waktu yang sudah mencapai dini hari. Namun, dugaan dia salah, karena di tengah hanyutnya dia dalam rasa sedih, suara seorang perempuan tiba-tiba saja terdengar—membuat Galanio menoleh kaget. Bukan Sienna, perempuan yang menghampirinya sambil bertanya memiliki usia yang sudah di atas lima puluh tahun. Bukan Arumi, dia adalah Arunima—sang mertua yang entah hendak apa keluar dari kamar, Galanio tidak tahu. Namun, yang jelas karena ketahuan, dia tak punya alasan untuk berbohong, karena Arunima pasti akan terus bertanya sampai merasa puas dengan jawaban yang didapat. "Bunda," panggil Galanio, setelah beberapa detik hanyut dalam rasa kaget. "Ke

