"Setiap detik yang kita curi dari bahaya adalah bukti bahwa cinta kita lebih nyata daripada konspirasi mereka." — Mahardika Matahari Saputra Yogyakarta. Kota budaya, kota pelajar, dan kini, kota yang menjadi perisai sementara bagi Ghea Gemalia Saputri. Setelah pelantikan, Ghea segera menempati rumah dinas Asisten Intelijen di kawasan premium yang tenang. Sementara Mahardika, dengan dalih liputan eksklusif mengenai seni dan warisan budaya (yang hanya dimengerti oleh Ghea), telah menyewa sebuah cottage terpencil yang dikelilingi sawah di pinggiran Sleman, dekat kaki Gunung Merapi. Malam itu, Ghea meninggalkan kantor Kejati DIY lebih awal dari biasanya. Ia tahu, jam kerjanya sebagai Asintel berarti mengakses informasi sensitif tentang potensi korupsi di daerah itu—informasi yang mungkin s

