Pekerjaan dan Upah

1113 Kata

Senyum sumringah Diva nampak jelas saat dia melihat kedatangan kami. "Aaaah, kenapa kamu pergi ke tempat yang jauh banget di kota! Aku sampai cape dan takut di jalan!" peluk Diva sembari mengeluh. "Ck, aku meragukan kau benar-benar pria," sindir Siska. "Siapa dia?" tatapan tidak bersahabat Diva tajam mengarah Siska termasuk menanyakannya padaku. "Dia yang memegang penuh liburan, aku pikir kamu tidak datang?" balasku. "Kau membuatku khawatir, makanya aku datang," jelas Diva. "Dia bukan anak kecil ada aku juga," balas Siska. Aku tahu bagaimana Siska terus-terusan mencoba untuk jauh lebih dekat berbicara dan memulai pendekatannya dengan Diva. Meski Diva sangat baik kepadaku, bahkan menurutku dia jauh lebih baik dari siapapun. Tapi tidak kepada yang lainnya Diva tampak acuh menun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN