Sementara Diva mengambil alih ponsel milikku, dia mencoba untuk memeriksa deretan klien yang mengirim pesan kepadaku beberapa hari lalu yang tidak kutanggapi sama sekali. Hal itu membuat Diva menggelengkan kepala menata tajam ke arahku. "Apakah kau berniat untuk resign dari pekerjaanmu ini? Kenapa kau sama sekali tidak menanggapi para klien mu ini?" tanya Diva. Sudah kuduga dia akan bertanya akan hal itu. "Bukan aku tidak ingin menanggapi mereka. Tapi bukankah saat ini aku sedang berlibur, bisakah aku menikmati hariku sebentar saja tanpa harus menanggapi pekerjaan yang begitu melelahkan?" Diva terkejut saat mendengar ucapanku, dia terlihat memahami apa yang kau katakan. "Baiklah, jika itu memang maumu maka berliburlah sepuasmu dan aku akan menemanimu!" seru Diva. "Hei, ada aku juga di

