Meski sempat ragu dengan ajakan Samuel tapi hal yang tidak mungkin jika aku tetap berdiam diri di kamarku dengan 2 orang yang sedang berselelisih satu sama lain Siska dan Diva. Dengan terpaksa langkah kakiku berjalan mengikuti ke mana Samuel masuk ke dalam kamarnya begitupun dengan diriku. Masih kuingat sangat jelas saat diriku terbangun melihat Samuel tidur di sampingku dan juga saat aku terbangun tidak bisa kucerna ketika aku benar-benar tidur di kamar yang salah di mana ada Samuel yang sama sekali tidak pernah kuduga. Berulangkali aku membantah tentang keberadaannya tapi tetap saja hal itu terjadi antara aku yang tidur di kamarnya. "Duduklah, apa kau memerlukan minuman?" tanya Samuel. "Tidak perlu. Aku hanya perlu harus membersihkan tubuhku," balasku. Terlihat Samuel hanya mengangg

