"Kalau saja aku boleh meminta?" ucap Siska. "Minta apa?" "Bukan sama kamu!" Siska mendelik menatap tajam tampak menggemaskan. "Hmm." "Cha ...." "Apa?" "Bujuk temanmu itu untuk mempertimbangkannya!" Siska memohon dengan wajah yang tak biasa, dia seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya. "Bagaimana, aku bicaranya?" "Pokonya buat dia menjadikan aku kekasihnya!" seru Siska. "Hah, kau bercanda?" "Tidak," tegas Siska. "Sejak kapan kamu mau satu pria dalam hidupmu?" "Sejak kamu di antar ke bar oleh Diva!" jelas Siska. "Bisa semudah itu?" "Bisa ya?" permintaannya membuatku merinding. Aku kebingungan menjawabnya dan langsung mengalihkan pandangan sembari mencari-cari jawaban yang pas untuk permintaan Siska. Namun meski sudah menatap lautan yang begitu luas mencari car

