Jelas

2141 Kata

Suasana menjadi hening seketika saat Diva berbicara hal yang tidak masuk akal bahkan sama sekali tidak kuduga tentang ucapannya. "Maksudku ...." Ucapanku terhenti melihat Diva merasa canggung dan salah tingkah. Namun hal yang sama sekali menarik tubuhku hingga ke pelukannya, hal yang sama sekali tidak pernah kuduga selama ini. Diva malah mencium bibirku begitu saja, membuat degup jantung dan perasaanku tidak beraturan. Aku juga membulatkan kedua mata mendapati perlakuan Diva terhadapku, bibir yang sangat sejuk dan juga ciuman yang begitu lembut membuatku terdiam tanpa mencoba untuk membalas ciumannya hingga aku tersadar seketika mencoba untuk melepas pelukan erat Diva. Namun dia masih bersih keras terhadap diriku hingga aku memilih untuk menggigit bibirnya dan terlepas begitu saja. Dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN