Kedua tangannya masih memegang wajahku, tatapannya tampak mencoba untuk meyakinkanku. "Apa kamu dengar ucapanku semalam?" tanya Samuel. "Yang mana?" "Tidak ada ucapan lain yang kukatakan selain ungkapan aku mencintaimu," balas Samuel. "Hmm," anggukku merasa senang dia mengatakannya lagi. "Apanya, Hmm?" tatap Samuel. "Heem." "Apa perlu aku menunjukan adegan dan ucapan semalam?" tanya Samuel menegaskan. "Hah, tidak perlu aku tahu!" bergegas mencegahnya, akan semakin lama jika kami melakukannya lagi. Apalagi hari mulai terang dan akan ada pengendara lain yang lewat nanti. "Apa?" tanya Samuel. "Apanya?" "Kalo begitu aku akan melakukannya." "Hah, jangan. Iya aku tahu, kamu mengatakannya?" selaku. "Mengatakan apa?" tanya Samuel. "Mengatakan itu." "Hmm," dia masih menunj

