Isyarat Ariska tidak mudah ku pahami saat dia mencoba menyampaikan sesuatu untukku. Aku beralih melihat ke arah Diva, dia masih sibuk dengan steaknya dan memasukan srpotong steak ke mulut tanpa ragu-ragu. "Apa itu enak?" tanyaku. "Hmm, aku cukup bisa di andalkan," angguk Diva menoleh ke arahku. Mendengar ucapan Diva membuatku tersenyum meski sesekali melihat ke arah Ariska, dia berusaha untuk memberi tahu diriku pesan yang dikirimkan oleh Samuel kepadanya. "Diva, sepertinya aku sudah kenyang." Aku mencoba untuk mengalihkan perhatian Diva. "Bukankah kamu baru beberapa suap? Bagaimana bisa kamu sudah kenyang?" tanya Diva. "Aku tadi makan salad begitu banyak sepertinya pencernaanku sedikit terganggu dan aku perlu pergi beristirahat lebih awal," jelasku. "Apakah seperti itu, biar aku

