Telusuri

2086 Kata

Sore hari, saat berada si dapur, Ariska berjalan menghampiri sembari mendekat seperti ada yang mau dia sampaikan. "Kamu yakin dengan orang yang kamu telpon itu?" bisik Siska. "Heem," anggukkan aku balas untuk meyakinkannya. "Kenapa masih belum datang juga?" tanya Ariska. Aku menjawabnya sembari menggidikan bahu, sama tidak tahu apa yang terjadi dengan Samuel yang belum datang juga. Arisa mengajakku untuk berjalan pergi keluar menghampiri Diva yang baru saja kembali. "Kalian habis apa?" tanya Diva. "Aku hanya membuat kamu minuman," jawabku. Hanya ada perbincangan antara aku dengan Diva. Tapi Ariska, ia selalu melakukan hal apapun yang menurutnya baik dan tidak menghiraukan Diva yang terus-terusan menempel dengan diriku. Aku tidak percaya ada seorang wanita sekuat Ariska yang mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN