DAY 5 IN CANADA

1174 Kata
Manusia terlahir seperti bagaimana mereka dilahirkan. Pagi tiba, wajahku terpapar sinar matahari mulai bangkit berdiri. Aku tertidur di sofa. Di sebelahku Mathew sudah tidak ada, dia mungkin bangut amat pagi dan langsung minggat. Botol-botol minumannya ditaruhnya di tempat sampah menunjukkan kalau pria itu tahu diri sebagai tamu walaupun telah mabuk.  Apa yang harus kulakukan hari ini?  Ya, mencari Sakura.  Kuharap perempuan itu masih hidup.  Aku membuka layar laptop. Mencari-cari nama Sakura kembali, kuharap aku tak menemui perempuan galak seperti sebelumnya. Atau apapun itu. Nama Sakura benar-benar pasaran. Aku tak akan heran kalau ada nama Sakura di sudut kota Toronto.  Dengan penuh kebingungan aku berjalan keluar. Pergi ke rooftop apartemen dan melihat pemandangan kota yang tertutupi salju. Suhu menunjukkan -2 serajat celcius. Aku masuk, memasak semangkuk mie dan menyajikannya di deoan televisi. Telah kuabaikan laptop dan Sakura sejenak. Terduduk sambil menyaksikan siaran kartun yang cukup menghibur. Sejenak aku mensyukuri hidup. Sebelum akhirnya tersadar dengan pertemuanku dengan anak kecil tiga hari lau. Tentang Sakura yang jadi guru TK dan pindah. Aku mengingat nama sekolah itu, Elementary Imigent School. Kenapa aku tidak kepikiran kemarin dan malah mencari orang-orang aneh di sosial mencari yang tidak jelas asal-usulnya.  Semangkuk mie telah habis, begitupun acara televisi kartun anak-anak. Aku mempersiapkan diri, mandi air hangat dan memakai jaket. Menuju ke sekolah itu, dan berharap itu adalah Sakura yang kucari.  Kota di perjalanan semakin tertutup salju. Orang-orang pembersih jalanan kembali bekerja seperti biasanya. Aku memandang langit, benar-benar gelap dan terbatas. Sebelum ponselku tiba-tiba berdering.  "Ada apa Ma?" "Mama cuma mau tanya kabar. Kau benar-benar baik-baik saja kan di sana?" "Iya, baik-baik kok Ma, memangnya ada apa." "Penggemarmu, benar-benar di kuar batas. Ada babyak penggemar tmyabg bahkan rela membayar milayaran rupiah untuk menyewa tim intelijen agar mengetahui keberadaanmu. Tetapi tenanglah hari ini ada jumpa fers. Mama dan papa akan menjelaskan segalanya. Kalau kau suatu hari akan kembali." Aku sejujurnya tidak ingin kembali. Tetapi kalau tidak dengan alsan itu, papa dan mama akan kena dampaknya. "Baiklah Ma. Tidak masalah," kataku. “Lagi pun aku juga akan pulang, sementara waktu mereka bisa ditenangkan itu sudah suatu hal yang luar biasa.” Mama adalah perempuan Ajaib. Dia tahu bagaimana caranya menghiburku. Dia tahu bagaimana caranya membuat semuanya berjalan lancar. “Bagaimana dengan Sakura? Ada jejak? Mama baru kepikiran, kalau penggemarmu saja bisa menyewa tim intelijen untuk mengawasimu, mengapa kau tak menyewa juga untuk mencari Sakura. Itu pasti lebih mudah.” Aku terdiam sejenak. Ide bagus. Tetapi, kurasa itu tidak akan bekerja. “Mama punya foto Sakura,” sambung mama lagi. “Bagaimana?” “Aku sih setuju-setuju saja,” kataku. “Tetapi mama saja yang melakukannya. aku hanya ingin mencarinya sendiri.” Mama mengiyakan, pembicaraan kami berakhir dan aku akhirnya kembali ke aktivitasku. Tiba 20 menit kemudian ke sekolah itu. Jalanan ramai lancar. Tak ada kendala sama sekali. Saat tiba di sana, anak-anak berseragam navy terlihat berkeliaran di halaman sekolah yang tak begitu luas. Namun, meski begitu sekolah ini terlihat benar-benar elit. Semuanya terbuat dari keramik-keramik mengkilap. Ada air mancur dan inilah yang bisa membuat anak kecil lama-lama betah di sekolah. Aku langsung menuju ruang guru dan di perjalanan aku bertemu dengan anak kecil yang bermain salju denganku tempo hari. Dia datang bersama kedua orang tuanya. Tetapi syukurnya dia tidak melihatku jadi aku bisa jalan begitu saja. Sesampainya di ruang guru, aku bertanya dan mencari data guru yang bernama Sakura di bagian tata usaha. Mereka bilang guru bernama Sakura itu telah pindah mengajar di sekolah lain di Ottawa, Geringen Elementary School. Kata mereka. Aku meninggalkan sekolah itu. dan tak tahu harus bagaimana berikutnya sampai di perjalanan di gerbang sekolah aku memutuskan untuk mencari Sakura besok ke sana dan itu cukup memakan waktu sekitar 4 jam-an. Bukan waktu yang sebentar. Jarak antara Toronto ke Ottawa hampir 450-an kilometer. Jadi akhirnya kupilih naik pesawat saja. Demi seseorang yang bernama Sakura yang tak kuketahui asal-usulnya. Sebelum menunngu jam keberangkatan, aku pergi ke tempat-tempat popular di Toronto untuk mengisi waktu luang. Orang-orang menyebutnya healing. Kata yang saat ini terkenal karena orang-orang di jaman sekarang ini banyak terkena penyakit mental karena tekanan kehidupan yang semakin lama semakin menjadi-jadi. Tempat yang kukunjungi pertama adalah menara CN. Bangunan yang dapat dilihat bahkan sampai di penjuru kota. Aku makan di bangunan itu. Tepatnya di Horizons Restaurant. Setelah makan, aku lanjut ke Museum Royal Ontario. Orang-orang biasa menyebutnya dengan ROM. Rumah koleksi luar biasa yang menampilkan pemeran terindah lagi kontroversial. Tempat ini kukunjungi dua kali setelah bersama Mathew tempo hari. Orang-orang akan mengira ini membosankan tapi sejujurnya, ini sangat amat menyenangkan. Bagi mereka pecinta seni, tetapi karena aku bukan jadi agaknya kurang kusukai. Tetapi kenapa kukunjungi untuk yang kedua kali? Karena aku lupa mengambil gambar. Tempat yang kukunjungi berikutnya adalah Casa Loma. Casa Loma adalah bangunan luar biasa yang akan membuat kita mengingat bangunan berupa kastil di abad-abad pertengahan. Aku pernah membaca sejarahnya walaupun sejujurnya aku tak begitu suka sejarah. Konon, bangunan ini awalnya dibangun untuk Sir Henry Pellat, seorang multi jutawan Kanada yang juga merupakan salah satu orang pertama yang mengenali dan memanfaatkan potensi penghasil air terjun Nigara. Tempat berikutnya yang kukunjungi pukul empat sore ada Kebun Binatang Toronto. Yang punya koleksi ribuan binatang. Aku menyaksikan panda pameran. Tempat special terakhir yang kukunjungi adalah termasuk tempat legendaris. Pasar St. Lawrence. Di sini banyak penjual vendor berupa produk makanan, bunga, dan juga barang-barang khusus. Hampir malam hari, aku memesan tiket pesawat ke Ottawa. Aku merubah pikiranku, perjalanan 4 jaman lebih bukan hal baik di musim dingin. Berita di televisi telah mengabarkan bahwa ada badai salju dimana-mana dan penerbangan pun harus melakukan prediksi yang baik sebelum pesawat terbang. Pesawat lepas landas. Aku pergi sejauh ini hanya untuk memastikan Sakura yang mereka maksud adalah Sakura yang sebenarnya. Sial dan sungguh sialnya lagi, sekolah tempat Sakura mengajar sebelumnya tidak memasukkan fotonya dalam data guru. Mereka lupa karena katanya Sakura hanya mengajar seminggu saja sebelum pindah. Seminggu? Pasti sesuatu telah terjadi dalam hidupnya jadi dia hanya mengajar sebentar sebelum pindah. Apakah gaji jadi guru di Ottawa lebih besar atau bagaimana, tak ada yang tahu alasan kenapa dia pindah. Salah satu yang bisa kuharapkan semoga Sakura itu adalah benar-benar Sakura yang kucari dan kalau tidak, setidaknya aku sudah memastikan kalau itu bukan Sakura yang kucari diantara ribuan nama Sakura di dunia. Dan mengapa sebelum berangkat ke Ottawa aku mengunjungi tempat-tempat di Toronto karena jika itu memang benar Sakura yang kucari, aku akan membawanya ke tempat-tempat terindah selama beberapa hari itu untuk memastikan bahwa dia bahagia bersamaku dan momen di mana aku membawanya ke tempat-tempat terindah waktu kami masih menginjak bagku SMA bisa terulang kembali. Aku benar-benar rindu momen itu. Apakah bisa terulang kembali? Tak tahu, semoga saja. Aku akhirnya tiba di Ottawa malam hari dan langsung memesan penginapan dan memilih Ottawa Mariot Hotel. Tempat nyaman yang cukup. Malam yang dingin, Ottawa hampir mirip dengan Toronto. Jelas. sama-sama kota besar dalam suatu negara. Tetapi dari segi administrasi mungkin kedudukan kota Ottawa lebih penting karena merupakan ibu kota negara Kanada. Malam yang dingin, selepas sikat gigi dan membersihkan badan aku terlelap. Berharap Sakura yang telah jadi seorang guru benar-benar Sakura yang kucari. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN