“Kemana saja kakak selama ini? Aku cari di kos tidak ada. Aku cari di tempat kakak kerja sebelumnya juga tidak ada. Aku bingung mau cari kakak ke mana lagi. Aku kesepian. Aku butuh teman cerita. Ada banyak yang mau aku ungkapkan dan hanya kakak yang bisa aku percayakan untuk saat ini,” ujar Diana. Dipegangnya tangan Kinar dengan erat sembari satu tangan lainnya yang dengan lahap memakan pancake Korea buatan tangan ajaib Kinar. Ini bukan pertama kalinya bagi Diana tuk memakan hasil masakan Kinar. Bahkan jauh sebelum Kinar bertemu dengan Zidan, Diana sering memakan masakan Kinar. Kinar mengusap tepi bibir Diana yang sedikit berminyak. Diselipkannya pula sejumput rambut Diana ke belakang telinga. Senyumannya begitu tulus pada Diana, seperti seorang kakak pada adiknya, bahkan lebih. “Maafk

