"Saya tidak salah dengar kan, Tuan?" Kinar tahu bahwa pendengarannya masih baik-baik saja, tidak ada sakit sedikitpun, namun ia merasa tidak terima saja dengan apa yang dilakukan Zidan. "Tidur di satu ruangan? Bukankah itu sudah lunas?" tanya Kinar lagi. "Tidak, Kinar. Kamu tidak salah dengar. Malam ini kita akan tidur di sini dan besok siang kita balik lagi ke rumah. Aku bisa saja memesankan kamar yang berbeda untukmu, tapi aku tidak mau. Kita bisa saja langsung pulang tanpa harus bermalam, sayangnya aku tidak menjamin keamanan kita berdua. Meskipun kita ke hutan, banyak bahaya yang mengancam. Tidak ada satupun anak buahku yang ikut kita ke kota," jawab Zidan. Ia mulai melepaskan jaketnya bahkan bajunya dan membuatnya telanjang d**a. Begitu santai seakan tidak menganggap ada Kinar di

