Erlangga tersadar dari lamunannya, ingatan tujuh tahun silam itu pun membuyar ketika ia merasakan ada sentuhan lembut pada lengan yang tergeletak di tepi ranjang. Ya, Elena telah siuman. Wanita itu melirik ke arah sekeliling. Kemudian, beralih menatap ke arah Erlangga. pemuda tersebut bangkit dari kursi dan mendekat ke arah Elena. "Sayang, kau sudah bangun?' tanya Erlangga lembut sambil menatap ke arah Elena yang msih bingung. "Apa yang terjadi? Kenapa aku ada di sini?" tanya Elena dengan bingung. "Kau tidak sadarkan diri sudah dua hari. Aku yang membawamu ke sini karena khawatir," jelas Erlangga dengan lembut tanpamelepaskan tatapannya. Elena terdiam, menelan ludah dengan susah payah. Berusaha mengingat apa yang telah menimpa dirinya. "Kenapa menolongku?" tanya Elena ketika ia sudah

